AWAL MULA PAJAJARAN, LOKASI DAN APA YANG DITINGGALKANNYA

Posted on 48 views

Kerajaan pajajaran adalah salah satu kerajaan yang ada di nusantara, atau indonesia pada saatini, banyak sejarah tentang pajajaran yang simpang siur, tetapi mimin cuma ingin berbagi apa yang mimin ketahui tentang sejarah kerajaan pajajaran dari reperensi yang terbatas, dikatakan pajajaran adalah kerajaan yang bercorak hindu pada masanya, sebelum ajaran islam yang dibawa oleh para pedagang arab lalu dilanjutkan penyebarannya oleh para wali, silahkan disimak dibawah ini semoga menjadi ilmu dan pemahaman, bahwasanya di bumi nusantaraini dulunya terdapat kerajaan di dataran sunda yaitu kerajaan pajajaran,

Dari segi tempat atau lokasi, Kerajaan Pajajaran berada di Parahyangan Sunda dan Pakuan sebagai ibu kota Sunda. Di sini tertulis ibu kota Kerajaan Sunda bernama Dayo atau Dayeuh yang memakan waktu dua hari perjalanan dari Kalapa yang sekarang menjadi Jakarta. Sebelum berdirinya Kerajaan Pajajaran, ada beberapa kerajaan yang telah berdiri, yaitu Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda, Kerajaan Galuh dan juga Kerajaan Kawali.

Situasi di Majapahit melemah dan pemberontakan dan perebutan kekuasaan di antara saudara-saudara terjadi berulang kali. Ketika Raja Kertabumi Brawijaya V meninggal dunia, para pengungsi dari kerabat Kerajaan Majapahit, mengungsi ke ibu kota Kerajaan Galuh di Kawali, Kuningan, Jawa Barat. Raden Baribin yang merupakan adik dari Raja Kertabumi juga diterima secara terbuka oleh Raja Dewa Niskala dan menikah dengan Ratna Ayu Kirana, putri Raja Dewa Niskala.

Ia pun menikah dengan salah satu keluarga pengungsi rombongan Raden Barinbin. Raja Susuktunggal yang berasal dari Kerajaan Sunda marah dengan pernikahan Dewa Niskala. Dewa Niskala dianggap telah melanggar aturan dan hukum yang telah ada sejak Peristiwa Bubat yang menyatakan bahwa orang Sunda-Galuh tidak boleh dan dilarang menikah dengan orang dari Majapahit. Itu hampir merupakan pertempuran dua raja yang menjadi marah.

Kedua raja itu marah karena Jayadewata, putra Raja Dewa Niskala, ialah menantu Raja Susuk tunggal. Perang tidak terjadi karena dewan penasehat berhasil mendamaikan kedua raja dengan keputusan akhir bahwa kedua raja harus turun tahta dan keduanya menyerahkan tahta kepada putra mahkota pilihan mereka. Dewa Niskala memilih Jayadevata, putranya, untuk melanjutkan pemerintahannya, sedangkan Raja Susuktunggal juga memilih orang yang sama hingga akhirnya Jayadevata menyatukan kedua kerajaan. Jayadevata kemudian diberi gelar Sri Baduga Maharaja dan mulai memerintah Kerajaan Pajajaran pada tahun 1482.

Ketahuilah bahwa pajajaran meninggalkan catatan yang berbentuk prasasti

1. Prasasti Cikapundung.

Prasasti Cikapundung ditemukan oleh warga sekitar Sungai Cikapundung, Bandung pada tanggal 8 Oktober 2010. Prasasti batu ini memiliki tulisan Sunda kuno yang diperkirakan berasal dari abad ke-14. Tidak hanya huruf sunda kuno, pada prasasti tersebut juga terdapat beberapa gambar seperti telapak tangan, wajah, tapak kaki dan juga 2 baris huruf sunda kuno dengan tulisan “setiap dunia manusia disergap” artinya semua manusia di dunia ini dapat mengalami apa saja . . Peneliti utama dari Balai Arkeologi Bandung Lufti Yondri mengatakan bahwa prasasti tersebut adalah Prasasti Cikapundung.

2. Prasasti Huludayeuh.

Prasasti Huludayeuh ini terletak di tengah lapangan di Kampung Huludayeuh, Desa Cikalahang, Kecamatan Sumber setelah pemekaran Wilayang menjadi Kecamatan Dukupuntang, Cirebon. Prasasti tersebut sudah diketahui oleh masyarakat sekitar, namun para arkeolog dan sejarawan mengetahui keberadaan prasasti tersebut pada bulan September 1991. Isi dari prasasti tersebut terdiri dari sebelas baris tulisan dan berbahasa Sunda Kuno. Namun tidak ditemukan satu pun prasasti dalam keadaan tidak ada dan membuat beberapa huruf juga hilang. Permukaan batu prasasti juga mengalami beberapa kerusakan dan beberapa prasasti sudah ada sehingga sebagian isi prasasti belum ditemukan. Secara garis besar prasasti ini menceritakan tentang Sri Maharaja Ratu Haji dalam Pakwan Sya Sang Ratu Dewata yang dikaitkan dengan beberapa upaya untuk mensejahterakan negaranya.

3.Prasasti Pasir Datar.

Prasasti tersebut ditemukan di sebuah perkebunan kopi yang terletak di Pasir Datar, Cisande, Sukabumi pada tahun 1872 dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Prasasti tersebut terbuat dari bahan batu yang sampai sekarang belum ditranskripsikan karena isinya sendiri belum dimaknai. Baca artikel terkait lainnya

Dan masih banyak sebenarnya ,mohon maaf mimin tidak menuliskan semuanya, dikarenakan terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.