PERISTIWA RENGASDENGKLOK

Posted on 54 views

PERISTIWA RENGASDENGKLOK

Peristiwa Rengasdengklok merupakan sebuah peristiwa penting dan bersejarah rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya. Adapun kata Rengasdengklok sendiri diambil dari nama tempat terpencil yang berada di daerah sebelah utara Karawang Jawa Barat yang mana pada saat itu Ir. Soekarno dan Moh Hatta diasingkan di tempat itu agar jauh dari pengaruh Jepang. karena golongan para pemuda saat itu sangat menginginkan rencana kemerdekaan Indonesia harus segera dilaksanakan.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa para pejuang kemerdekaan saat itu terbagi ke dalam dua bagian yaitu golongan tua dan golongan pemuda, diantara kedua golongan tersebut berbeda pendapat, golongan tua berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan harus ditetapkan melalui PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sementara golongan Pemuda menginginkan kemerdekaan harus segera dilaksanakan tanpa campur tangan Jepang. Dengan adanya perbedaan pendapat tersebut Bung Hatta mengajak empat tokoh pemuda untuk berunding. Adapun keempat tokoh tersebut adalah Sukarni, Chairul Saleh, Adam Malik, dan Wikana. Sebelumnya golongan Pemuda tersebut mengadakan rapat pada tanggal 15 Agustus 1945 di ruangan bacteriologi Laboratorium di Jln Pegangsaan Timur No.13. Rapat tersebut dipimpin oleh Chaerul Saleh, kemudian berhasil memutuskan sikap yaitu memproklamasikan kemerdekaan Indonesia oleh bangsa Indonesia sendiri. Selanjutnya para pemuda mengamankan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok sebelah utara Kota Karawang pada tanggal 16 Agustus 1945 sekitar pukul 04.00. Di tempat itu para pemuda terus menekan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta agar bersedia untuk melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan dengan segera serta terlepas dari pengaruh Jepang. Disisi lain hilangnya Ir. Soekarno dan Moh. Hatta mengejutkan golongan tua lainnya yang mencemaskan keselamatan mereka. Selain itu pada hari itu juga akan dilaksanakan sidang PPKI.

BACA JUGA YA ——- KEMERDEKAAN INDONESIA

Selanjutnya Mr. Ahmad Subardjo berusaha mencari tahu keberadaan Ir. Soekarno dan Hatta saat ini hingga pada akhirnya Ahmad Soebardjo mendapat informasi tentang keberadaan mereka yang kini berada di luar kota Jakarta. Sementara di Jakarta telah terjadi kesepakatan antara golongan tua yang diwakili oleh Ahmad Soebardjo dengan golongan pemuda yang diwakili oleh Wikana bahwa pelaksanaan proklamasi kemerdekaan harus dilaksanakan besok siang yaitu pada hari Jumat 17 Agustus 1945 di Jakarta. Dengan adanya kesepakatan tersebut Yusuf Kunto dari golongan Pemuda pun bersedia mengantarkan Ahmad Soebardjo untuk menjemput Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Setibanya di Rengas dengklok Ahmad Soebardjo memberikan jaminan yang sangat mencengangkan dengan taruhan nyawanya. asalkan proklamasi harus segera di laksanakan. bahwa proklamasi akan diumumkan selambat-lambatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 12.00 WIB. Dengan jaminan Ahmad Soebardjo tersebut maka Soekarno dan Hatta diizinkan untuk kembali ke Jakarta. Selanjutnya rombongan tiba di Jakarta pada pukul 23.00 WIB langsung menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No.1 (museum proklamasi sekarang). Laksamana Maeda bersedia menjamin keselamatan Soekarno dan Hatta selama berada di rumahnya dan di rumah itulah naskah Proklamasi disusun dengan ditulis oleh Soekarno sendiri dan didikte oleh Bung Hatta.

Pada malam itu juga diadakanlah pertemuan untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan tersebut yang dihadiri oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta , Mr. Ahmad Subardjo dan anggota PPKI lainnya. Adapun yang hadir dari golongan pemuda diantaranya adalah Sukarni, Sayuti Melik, B.M.Diah, dan Sudiro.
Teks Proklamasi tersebut ditulis oleh Ir. Soekarno sementara Drs. Moh Hatta dan Ahmad Subarjo membantu secara lisan menyumbangkan pikirannya.
Dari hasil pemikiran tiga orang tersebut maka terbentuklah teks rumusan proklamasi. Adapun isi rumusan teks proklamasi tersebut adalah sebagai berikut :

Proklamasi Kami bangsa Indonesia,
dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal Jang mengenai pemindahan kekuasaan d. L. L,
diselenggarakan dengan setjara seksama
dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya

Jakarta 17-8-45

Semoga apa yang mimin sampaikan menjadi ilmu dan pemahaman yang mendalam bagi pembaca, tentang awal mula kemerdekaan bangsa ini. ternyata proses awal kemerdekaan negaraini sangatlah penuh dengan pengorbanan pahlawan dan tokoh hebat. jadi kita sebagai bangsa penerus di negaraini, harus senantiasa bisa menjaga apa yang diwariskan para leluhur atau pahlawan bangsaini, jangan sekali kali kita merusak apa yang sudah mereka perjuangkan. hargailah, jaga dan dan banyak bersukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.